Dukungan Orang Tua Dalam Pendidikan anak

Dukungan Orang Tua Dalam Pendidikan anak

 Orang tua adalah orang yang pertama dan utama yang bertanggungjawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan anaknya (Hasbullah, 2001: 39). Oleh karena itu, sebagai orang tua harus dapat membantu dan mendukung terhadap segala usaha yang dilakukan oleh anaknya  serta dapat memberikan pendidikan informal guna membantu pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut serta untuk mengikuti atau melanjutkan pendidikan pada program pendidikan formal di sekolah.
Menurut Firdaus (2010) mengatakan bahwa:

Guru memang berperan sebagai titik tolak pendidikan anak bangsa, tetapi tanggung jawab itu tidak mutlak dibebankan kepada seorang guru. Karena pendidikan berawal dari rumah, maka bukan rahasia lagi, betapa mustahil seorang guru mampu menyempurnakan kerja dan tanggung jawab moral kepada seluruh anak didik tanpa peran utama orang tua.Orang tua menjadi akar sekaligus saklar, karena merekalah yang pertama kali memperkenalkan dan menyaring pendidikan pada anaknya. Pendidikan anak berawal dari keluarga masing–masing pihak baik guru maupun orang tua mengerti betul fungsi dan perannya dalam proses pendidikan anak.


Bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan didalam keluarga akan selalu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan watak, budi pekerti dan kepribadian tiap-tiap manusia. Pendidikan yang diterima dalam keluarga inilah yang akan di contoh oleh anak sebagai dasar yang digunakan untuk mengikuti pendidikan selanjutnya disekolah.

Mengingat tanggung jawab pendidikan anak ditanggung oleh keluarga
dalam pendidikan informalnya dan ditanggung oleh sekolah dalam pendidikan formal, maka orang tua  harus berperan dalam menanamkan sikap dan nilai hidup, pengembangan  bakat dan minat serta pembinaan bakat dan kepribadian. Selain itu,  orang tua juga harus memperhatikan sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan menghargai segala usahanya serta harus dapat  menunjukkan kerja samanya dalam mengarahkan cara anak belajar  dirumah, membuat pekerjaan rumahnya, tidak menyita  waktu anak dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, orang tua harus berusaha memotivasi dan membimbing anak dalam belajar.Orang tua yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu orang tua yang membesarkan dan membiayai pendidikan anak, baik itu orang tua kandung, orang tua angkat, ibu tiri, bapak tiri, paman, bibi, kakek, nenek, kakak kandung dan sebagainya. Pada dasarnya dukungan orang tua  terhadap pendidikan anak menyangkut dua hal pokok yaitu dukungan moral dan dukungan material.

a. Dukungan Moral

Dukungan moral dari orang tua terhadap pendidikan anaknya dapatberupa perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan psikis yang meliputi kasih sayang, keteladanan, bimbingan dan pengarahan, dorongan, menanamkan rasa percaya diri. Dengan perhatian orang tua yang berupa pemenuhan kebutuhan psikis tersebut diharapkan dapat memberikan semangat belajar anak guna meraih suatu cita-cita atau prestasi. 

Perhatian belajar dalam keluarga  dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya:
1)    Selalu mengingatkan anaknya barangkali mendapat tugas yang harus diselesaikan di rumah.
2)    Memantau aktivitas anak selama di rumah baik mengenai aktivitas belajar maupun pergaulannya.
3)    Memperhatikan buku-buku bacaan yang dimiliki oleh anaknya.
Dengan adanya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan psikis tersebut di atas, akan sangat mempermudah bagi orang tua dalam mengawasi atau memantau aktivitas  belajar anaknya selama di rumah sebagai penunjang aktivitas belajar di sekolah. 

Dengan demikian berarti bahwa orang tua tersebut telah melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya dengan baik dalam mengasuh anak-anaknya ditengah-tengah keluarga yang dibinanya dalam rangka mempersiapkan masa depan anak-anaknya di kehidupan yang lebih cemerlang. 
Namun, berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat tidak semua orang tua atau keluarga dapat memenuhi kebutuhan  psikis tersebut karena adanya berbagai macam susunan atau karakter dalam sebuah keluarga. Adapun mengenai susunan keluarga tersebut, Probbins membagikan menjadi tiga macam yaitu:

1)    Keluarga yang bersifat otoriter

Disini perkembangan anak itu semata-mata ditentukan oleh orang tuanya. Sifat pribadi anak yang otoriter suka meyendiri, pesimis, cemas, putus asa, mengalami kemunduran kematangannya, ragu-ragu didalam semua tindakan serta lambat berinisiatif.

2)    Keluarga demokrasi

Disini sikap pribadi anak lebih  dapat menyesuaikan diri, sifatnya fleksibel, dapat menguasai diri, mau menghargai pekerjaan orang lain, menerima kritik dengan terbuka,  aktif di dalam hidupnya, emosi lebih stabil, serta mempunyai rasa tanggung jawab.

3)    Keluarga liberal

Pada keluarga liberal anak-anak bebas bertindak  dan berbuat. Sifat-sifat dari keluarga ini biasanya bersifat agresif, tak dapat bekerjasama dengan orang lain, sukar menyesuaikan diri, emosi kurang stabil serta mempunyai sifat selalu curiga.

0 Response to "Dukungan Orang Tua Dalam Pendidikan anak"

Post a Comment

Postingan Populer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 mastimon

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel infeed